Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan 16 Konfederasi kini bersatu, untuk menentukan dan berdiskusi mengumpulkan poin-poin pokok pikiran yang akan diusulkan dalam UU Ketenagakerjaan yang baru.
![]() |
![]() |
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan 16 Konfederasi kini bersatu, untuk menentukan dan berdiskusi mengumpulkan poin-poin pokok pikiran yang akan diusulkan dalam UU Ketenagakerjaan yang baru.
Dalam disertasinya, Ema Liliefna merekomendasikan bahwa agar diterbitkan Undang Undang Perseroan Terbatas yang baru menggantikan UU PT nomor 40 tahun 2027 yang dinilai sudah kadaluwarsa, dengan penempatan kewajiban penerapan kesetaraan gender dalam Anggaran Dasar (AD).
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, berdirinya sekretariat bersama itu sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya berbagai serikat buruh di Indonesia berhimpun dalam satu wadah perjuangan.
Serikat pekerja bukanlah penghambat transisi energi. Sebaliknya, serikat pekerja adalah mitra strategis untuk memastikan transisi berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari KSBSI Elly Rosita Silaban, KSPSI AGN, KSPSI Jumhur Hidayat, KSPSI Yorrys, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), SBSI 92, GSBI, KBMI, KSarbumusi, serta sejumlah konfederasi dan Federasi Serikat buruh lainnya.
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban berharap Sebumi dapat menjadi wadah besar bagi seluruh buruh migran Indonesia.
Sebumi diharapkan dapat menjadi wadah yang besar bagi seluruh pekerja migran Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengatakan pembentukan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menjadi bukti persatuan gerakan buruh dalam mengawal lahirnya UU Ketenagakerjaan yang melindungi hak-hak pekerja.
Melalui konferensi pers ini, serikat pekerja berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja miskin dan rentan di Indonesia.
“Kalau sejak dini, serikat buruh tidak mempersiapkan calon pemimpin muda saat Indonesia memasuki Bonus Demografi 2045, maka kita akan kehilangan momen sejarah,” ujar Trisnur, Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI.