Dorong Sosial Dialog Berkelanjutan, FSB NIKEUBA Gelar Diskusi Bagi Anggotanya di Bogor

Dorong Sosial Dialog Berkelanjutan, FSB NIKEUBA Gelar Diskusi Bagi Anggotanya di Bogor

FSB NIKEUBA gelar diskusi dengan tema "Peranan Serikat Buruh dalam Mendorong Dilaog Sosial" di Bogor pada, Kamis (31/07/2025).

Ada banyak tantangan serikat buruh dalam mewujudkan dialog sosial yang berkelanjutan, diantaranya fragmentasi gerakan serikat itu sendiri, kemudian dunia kerja baru, keseiambangan dalam kebijakan publik, lalu faktor internal yakni perubahan kepemimpinan dan rotasi manajemen.

Baca juga:  FSB NIKEUBA Dorong Penerapan Standar Ketenagakerjaan di Perusahaan Rantai Pasok Anggota RSPO ,

KSBSI.ORG, Jakarta - Produktivitas dan hubungan kerja yang sehat merupakan impian bagi para pelaku hubungan industrial tak terkecuali dalam rangka meningkatkan perlindungan hak-hak pekerja. Salah satunya melalui Sosial dialog yang inklusif dan berkelanjutan.

Carlos Rajagukguk, Ketua Umum DPP FSB NIKEUBA mengatakan bahwa kunci menjaga hubungan industrial yang harmonis adalah sosial dialog yang kontruktif.

"Pentingnya sosial dialog slaah satunya untuk meningkatkan produktivitas dan hubungan kerja yang sehat, melalui peningkatan kualifikasi tenaga kerja, pengembangan keterampilan, dan perbaikan proses kerja." kata Carlos Rajagukguk saat menjadi narsumber di acara diskusi dengan tema "Peranan Serikat Buruh dalam Mendorong Dilaog Sosial" di Bogor pada, Kamis (31/07/2025). 

Carlos menegaskan bahwa dengan sosial dialog yang baik akan mencegah konflik dan mogok kerja, menciptakan iklim kerja yang lebih harmonis, dan mendorong kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

"Mendukung implementasi kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, Melibatkan semua pihak, Mengawal agar kebijakan perusahaan dan pemerintah tidak hanya fokus pada mayoritas serta Menguatkan perlindungan hak-hak pekerja." jelas Carlos

Ada banyak tantangan serikat buruh dalam mewujudkan dialog sosial yang berkelanjutan, diantaranya fragmentasi gerakan serikat itu sendiri, kemudian dunia kerja baru, keseiambangan dalam kebijakan publik, lalu faktor internal yakni perubahan kepemimpinan dan rotasi manajemen.

Untuk itu, pentingnya memerkuat sosial dialog dalam tatanan hubungan industrial, karena dialog sosial berkelanjutan bagi serikat buruh dan buruh signifikasinya dapat tercermin dari meningkatnya perlindungan terhadap haka pekerja, memeprkuat posisi tawar, mengurangi konflik dan mogok kerja, menumbuhkan budaya kerja yang kolaboratif, meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja, menjamin keberlanjutan organisasi serikat buruh. (RED/handi)    


Komentar