ITCILO Gelar Pelatihan Global tentang Ekonomi Perawatan di Doha Qatar

ITCILO Gelar Pelatihan Global tentang Ekonomi Perawatan di Doha Qatar

sulistri ikuti pelatihan ekonomi perawatan yang disenggarkan oleh ITCILO di Doha, Gatar 15-18 September 2025

Pelatihan yang digelar dari tanggal 1-18 September 2025 secara Online (E Campus) 1-12 September 2025 dan sesi terakhir digelar dengan tatap muka di Doha, Qatar, 15-18 September 2025 bertujuan diantaranya yakni mendapatkan pemahaman mendalam tentang ekonomi perawatan dan komponen-komponennya, kemudian mempelajari kerangka kerja dan standar internasional, termasuk Resolusi ILO dan Kerangka Kerja 5R, Jelajahi studi kasus dan model inovatif dari berbagai wilayah, memahmi bagaimana South South Cooperation (Kerjasama Selatan-Selatan) dan triangle cooperation berlaku pada kebijakan perawatan

Baca juga:  KSBSI Hadiri Review Program ILO tentang DWCP Indonesia,

KSBSI>ORG, Jakarta - Belum lama ini, International Training Cantre of the International Labour Organization (ITCILO) menggelar pelatihan mengenai ekonomi perawatan bertajuk "South 4 Care Learning Hub Advancing Decent Work In Care Economy" di Doha, Qatar, 15-18 September 2025. 

Sulistri, S.H., M.H. Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Restoran Hotel dan Tembakau afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPP FSB KAMIPARHO-KSBSI) hadir sebagai perwakilan peserta dari unsur buruh Indonesia.

Peserta pelatihan tersebut berasal dari 31 negara anggota ILO, terdiri dari 63 perempuan dan 25 laki-laki dari unsur tripartit yakni Pemerintah, Pengusaha, Serikat Buruh dan akademisi.

Pelatihan yang digelar dari tanggal 1-18 September 2025 secara Online (E Campus) 1-12 September 2025 dan sesi terakhir digelar dengan tatap muka di Doha, Qatar, 15-18 September 2025 bertujuan diantaranya yakni mendapatkan pemahaman mendalam tentang ekonomi perawatan dan komponen-komponennya, kemudian mempelajari kerangka kerja dan standar internasional, termasuk Resolusi ILO dan Kerangka Kerja 5R, Jelajahi studi kasus dan model inovatif dari berbagai wilayah, memahmi bagaimana  South South Cooperation (Kerjasama Selatan-Selatan) dan triangle cooperation berlaku pada kebijakan perawatan

Sulistri mengatakan bahwa rangkain dari pelatihan tentang ekonomi perawatan ini penting karena masukan dari perspektif global dari unsur tripartit.  

"Pelatihan ini terhubung dengan pembuat kebijakan, mitra sosial, dan pakar global, dan merupakan pengembangkan strategi dan perangkat praktis untuk memperkuat sistem perawatan, menerapkan standar internasional, mempromosikan investasi, dialog sosial, dan inovasi kebijakan untuk pekerjaan layak dan kesetaraan gender dalam perawatan." kata Sulistri Senin, (22/09/2025).

Resolusi ILO tentang pekerjaan layak dan ekonomi perawatan, 2024 merupakan Perjanjian tripartit internasional pertama tentang pemajuan pekerjaan layak dalam ekonomi perawatan - diadopsi oleh Konferensi Perburuhan Internasional pada Sesi ke-112 pada bulan Juni 2024. Mandat ILO, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip utama dari Deklarasi ILO Philadelphia (1944) dan Deklarasi Seratus Tahun ILO untuk Masa Depan Pekerjaan (2019). Menetapkan konteks, pemahaman bersama, prinsip-prinsip panduan rekomendasi kebijakan, dan mendefinisikan peran kepemimpinan ILO dalam memajukan agenda.

"Sebagai peserta kita dituntut agar memahami ekonomi perawatan, tantangan dan strategi advokasi kebijakan." jelas Sulistri. 

Pekerjaan perawatan terdiri dari aktivitas dan hubungan yang menopang kualitas hidup, memelihara kemampuan manusia, menumbuhkan agensi, otonomi, dan martabat, mengembangkan peluang dan ketahanan bagi pengasuh & penerima perawatan. sementara pekerjaan perawatan berbayar mencakup beragam pekerjaan dan sektor, termasuk, Pendidikan, Perawatan dan pendidikan anak usia dini, Sektor kesehatan dan sosial, Pekerja rumah tangga.

Pekerjaan perawatan tak berbayar seringkali dilakukan oleh keluarga dan  sosial network penerima perawatan. Pekerjaan ini sangat berharga bagi penerima perawatan, penyedia layanan perawatan, dan masyarakat. Perawatan tak berbayar ini, yang seharusnya dibagi secara lebih merata antara laki-laki dan perempuan, melengkapi dan melengkapi – tetapi tidak dapat menggantikan – pekerjaan perawatan berbayar.

Pekerjaan perawatan langsung melibatkan aktivitas perawatan pribadi yang membutuhkan kontak relasional; Pekerjaan perawatan tak langsung mencakup aktivitas yang meningkatkan kesejahteraan tanpa interaksi pribadi langsung, seperti membersihkan dan memasak

Ekonomi perawatan mencakup pekerjaan perawatan yang disediakan melalui sektor publik dan swasta, termasuk UMKM, organisasi nirlaba, ekonomi sosial dan solidaritas, dan rumah tangga. Termasuk individu yang menyediakan dan menerima perawatan, serta pemberi kerja dan lembaga yang menawarkan layanan perawatan.

Memenuhi beragam kebutuhan individu di berbagai tahap kehidupan untuk perawatan dan dukungan bagi orang-orang termasuk anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, lansia, penyandang disabilitas, dan semua pengasuh. 

Termasuk kebijakan, kerangka peraturan, layanan, infrastruktur, lembaga, mekanisme pembiayaan, dan norma sosial yang memengaruhi dan mengatur penyediaan dan penerimaan perawatan dan dukungan sepanjang perjalanan hidup. 

Pengakuan terhadap "organisasi sosial perawatan saat ini" sebagai sumber ketidaksetaraan gender interseksional eksklusi sosial.

"Perawatan merupakan hal yang penting bagi kesejahteraan manusia, sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Pekerjaan perawatan, baik berbayar maupun tidak berbayar, sangat penting bagi semua pekerjaan lainnya. Ekonomi perawatan yang berfungsi dengan baik dan tangguh berkontribusi pada tenaga kerja masa kini dan masa depan yang lebih sehat, menciptakan lapangan kerja, mendukung bisnis, dan meningkatkan produktivitas."ungkapnya.


Sulistri menjelaskan bahwa kesenjangan yang signifikan dan dunia kerja yang terus berubah, Pekerja perawatan berbayar menghadapi jam kerja yang panjang, risiko keselamatan dan kesehatan kerja (termasuk paparan kekerasan dan pelecehan) serta kekurangan staf dan keterampilan yang parah. Pengasuh yang tidak dibayar, yang sebagian besar adalah perempuan, mengalami peningkatan substansial dalam pekerjaan perawatan tidak dibayar, yang berdampak negatif pada partisipasi mereka dalam angkatan kerja. 

Mereka yang membutuhkan perawatan dan dukungan kekurangan layanan perawatan berkualitas tinggi, terjangkau, memadai, dan mudah diakses yang inklusif disabilitas. Megatren, termasuk demografi, teknologi, dan perubahan iklim, menciptakan tuntutan baru akan perawatan, sekaligus mengubah cara pemberian layanan perawatan. Mendesak diperlukan untuk memastikan pekerjaan layak dalam ekonomi perawatan dan mempromosikan pekerjaan layak dengan memastikan akses perawatan bagi semua.

Agenda pelatihan tatap muka di Doha Qatar diantaranya diisi dengan sambutan oleh Ruba Jaradat ILO Assistant Director-General & Regional Director for Arab States (ROAS), Gilbert F. Houngbo ILO Director-General, Sheikha Najwa bint Abdulrahman Al Thani Undersecretary of the Ministry of Labour of Qatar, Naïma Ibn Yahya Minister of Solidarity, Social Inclusion and the Family of Morocco, Sharmeen S. Murshid Advisor to the Ministry of Women and Children Affairs & the Ministry of Social Welfare, Banglades, Sindisiwe Chikunga Minister in the Presidency for Women, Youth, and Persons with Disabilities for South Africa, Roberto Suárez Santos Secretary-General, International Organisation of Employers, Luc Triangle General Secretary, International Trade Union Confederation.

Poin-point yang disampaikan dalam sesi pembukaan, mengenai support terselenggaranya pelatihan south-south dan triangle cooperation yang dilakukan oleh ILO, Decent work untuk care ekonomi telah di atur dalam resolusi ILC tahun 2024, Care economi masuk dalam agenda G20 tahun 2025 yang akan diselanggrakan di Afrika Selatan, Care economy menjadi salah satu trategi dalam addressing gender equality dan kekerasan terhadap Perempuan, Mendorong negara-negara untuk membuat peta jalan terkait dengan care ekonomi, kerjasama antar semua stakeholder dibutuhkan dalam mewujudkan south-south cooperation, Mendorong negara-negara untuk membuat kebijakan yang mendorong Perempuan terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Kemudian diisi dengan diskusi panel dengan menghadirkan narsumber yang kompeten di ekonomi perawatan global. serta dilanjutkan dengan pendalaman materi mellaui diskuis kelompok. (RED/handi) 


Komentar