Keikutsertaan ini menjadi sangat penting karena Sri Rejeki tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Asia dalam forum bergengsi tersebut. Peserta lainnya dari Spanyol, Italia, Brussel, Colombia, Senegal, Peru, Belgia.
Baca juga: Surat Terbuka FSB KIKES KSBSI ke Prabowo Menyikapi Demonstrasi Yang Meluas ,
Jakarta, 23 September 2025 — Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan transisi yang adil (Just Transition) bagi pekerja di tengah perubahan iklim global dan transformasi industri.
DEN KSBSI secara resmi mengutus Bendahara Umum Federasi KIKES (Sri Rejeki) untuk mengikuti Workshop Internasional tentang Just Transition yang diselenggarakan di Spanyol pada 21-24 September 2025.
Keikutsertaan ini menjadi sangat penting karena Sri Rejeki tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Asia dalam forum bergengsi tersebut. Peserta lainnya dari Spanyol, Italia, Brussel, Colombia, Senegal, Peru, Belgia.
Workshop ini akan mempertemukan para pemimpin serikat pekerja, aktivis lingkungan, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar pengetahuan, serta merumuskan strategi bersama dalam memastikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau tidak mengorbankan hak dan kesejahteraan pekerja.

Dalam forum ini, Bendum KIKES akan memaparkan praktik baik pergerakan KSBSI dalam mengawal isu Just Transition di Indonesia, termasuk advokasi terhadap kebijakan publik yang berkeadilan iklim.
Pendidikan dan pelatihan bagi pekerja di sektor yang terdampak transisi energi. Kemitraan strategis dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi internasional. Peran aktif KSBSI dalam forum nasional dan internasional mengenai keadilan iklim dan perlindungan sosial pekerja.
“Kami ingin menunjukkan bahwa serikat pekerja di Indonesia, khususnya KSBSI, tidak hanya siap menghadapi transisi industri dan energi, tetapi juga mengambil peran proaktif dalam memastikan keadilan bagi para pekerja,” ujar Sri Rejeki, di sela kegiatan workshop Just Transition di Madrid, Spanyol (23/09/2025) waktu setempat.
Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis dalam mengangkat suara pekerja Indonesia di panggung global serta memperluas jejaring solidaritas internasional untuk memperjuangkan transisi yang adil dan inklusif.

