Elly Rosita Minta Presiden Ratifikasi Konvensi ILO 188/190 dan Kuatkan Regulasi Perlindungan Buruh

Elly Rosita Minta Presiden Ratifikasi Konvensi ILO 188/190 dan Kuatkan Regulasi Perlindungan Buruh

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban dalam perayaan hari Buruh Internasional May Day 1 Mei 2026, Monas, Jakarta Pusat. (Foto: Capture)

Elly meminta ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang perlindungan awak kapal perikanan, serta Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Baca juga:  Kerahkan Puluhan Ribu Massa, KSBSI: May Day Bukan Sekedar Seremoni,

JAKARTA, KSBSI.ORG - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban meminta Presiden Prabowo Subianto meratifikasi dua konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Elly meminta ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang perlindungan awak kapal perikanan, serta Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Ia menyebut sudah 54 negara meratifikasi Konvensi 190 sejak ditetapkan pada 2019, dan berharap Indonesia menjadi negara ke-55.

Ia juga meminta pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang mengatur persoalan kontrak kerja, pengupahan, dan outsourcing.

“Kami percaya bahwa Bapak akan melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan peraturan,” kata Elly di hadapan Presiden Prabowo.

Elly juga menyoroti sejumlah isu krusial yang masih menjadi perhatian buruh, antara lain, perlindungan pekerja outsourcing, perlindungan terhadap pekerja perempuan dari kekerasan di tempat kerja, dan Elly menegaskan bahwa buruh berharap adanya keberpihakan nyata dalam regulasi dan kebijakan pemerintah ke depan.

Selain itu, Elly menyoroti nasib pengemudi ojek online (ojol) yang menurutnya memerlukan regulasi perlindungan yang lebih kuat, serta pentingnya peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh sektor industri.

Ia menutup orasinya dengan mengapresiasi kehadiran Prabowo dua tahun berturut-turut dalam perayaan May Day bersama kaum buruh, menyebut Indonesia sebagai negara ketiga di dunia—setelah Venezuela dan Bolivia, yang presidennya merayakan Hari Buruh langsung bersama para pekerja.

[ROB/REDKBB]


Komentar