Forum konsultasi daring tersebut juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran pekerja akan pentingnya berserikat dan bergabung dalam organisasi serikat pekerja atau serikat buruh.
Baca juga: Harmonis, FSB GARTEKS KSBSI Gelar Doa dan Pengajian di PT. Shyang Hung Tah,
JAKARTA, KSBSI.ORG - International Trade Union Confederation atau Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) bersama Danish Trade Union Development Agency (DTDA) Denmark kembali menggelar Regional Training on Online Campaigns for Women and Youth on Just Transition yang diselenggarakan di Hotel Millennium Kebon Sirih Jakarta 6–8 Mei 2026.
Pelatihan ini menghadirkan peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Bangladesh, Kamboja, India, Nepal, Pakistan, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste. Giat ini fokus pada penguatan kampanye daring yang akan dijalankan oleh pemuda/i dalam mendorong isu Just Transition atau Transisi yang Adil.
Pada hari pertama, peserta dari Bangladesh, India, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste mempresentasikan berbagai pengalaman kampanye yang pernah mereka lakukan, baik yang berhasil maupun yang menghadapi tantangan. Presentasi tersebut membahas beragam aksi kampanye daring yang melibatkan perempuan dan pemuda dalam memperjuangkan transisi yang adil.
Delegasi dari Filipina, misalnya, menjelaskan program kampanye mereka yang melibatkan perempuan dan komite pemuda, sekaligus mendorong dukungan dari para pemimpin di negara mereka terhadap gerakan Just Transition.

Sementara dari Indonesia, Iqbal perwakilan dari Komite Pemuda KSBSI, turut mempresentasikan hasil pelatihan media kampanye yang dilakukan oleh Media KSBSI dan Media KSPI dengan dukungan dari DTDA serta Nakama Creative.
Dalam pemaparannya, Iqbal menyatakan apresiasi dilaksanakannya pelatihan media kampanye dan menjelaskan sejumlah capaian positif dari pelatihan tersebut, seperti meningkatnya jumlah pengikut media sosial KSBSI dan KSPI, serta terciptanya ruang konsultasi daring yang mempermudah para pemimpin daerah maupun pusat dalam mengetahui persoalan yang dihadapi anggota maupun pekerja yang belum tergabung dalam serikat.
Menurut Iqbal, forum konsultasi daring tersebut juga memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kesadaran pekerja akan pentingnya berserikat dan bergabung dalam organisasi serikat pekerja atau serikat buruh. Bahwa kehadiran media sosial saat ini sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait hak-hak pekerja, hak berserikat, dan berbagai isu ketenagakerjaan lainnya.
Selain itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence ) dinilai turut membantu kedua tim dalam membuat berbagai ilustrasi visual, seperti infografis dan poster kampanye yang lebih menarik.
"Dengan adanya dukungan teknologi tersebut, informasi yang dipublikasikan tidak hanya berbentuk tulisan panjang, tetapi juga dikemas melalui visual yang lebih mudah dipahami masyarakat." tandas Iqbal.
Namun demikian, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah meningkatnya ancaman serangan siber dari peretasan. Hal ini turut dialami oleh media KSBSI yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami serangan siber di situs web mereka.
"Berdasarkan laporan tim media KSBSI, sejumlah berita yang dipublikasikan pada Maret dan April dilaporkan sempat terhapus akibat serangan tersebut. Saat ini, tim media KSBSI masih terus melakukan upaya pemulihan terhadap situs berita mereka." urainya.
Melalui tindak lanjut dari pelatihan ini, diharapkan program penguatan media yang dijalankan oleh KSBSI dan KSPI dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi organisasi maupun para pekerja buruh secara lebih luas.
"Perkembangan teknologi memang memberikan banyak kemudahan dalam berbagai pekerjaan, namun pengguna juga perlu lebih berhati-hati dalam memanfaatkannya agar terhindar dari berbagai risiko dan penyalahgunaan teknologi digital," tandas Iqbal.
[IQB/REDKBB]

