“Kalau sejak dini, serikat buruh tidak mempersiapkan calon pemimpin muda saat Indonesia memasuki Bonus Demografi 2045, maka kita akan kehilangan momen sejarah,” ujar Trisnur, Ketua Umum DPP FSB GARTEKS KSBSI.
Baca juga: K2N KSBSI Mengutuk Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Terhadap YTR,
JAKARTA - Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil, Alas Kaki dan Sentra Industri Afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) menggelar agenda Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026. Agenda yang berlangsung selama 3 hari ini mengangkat tema “Menuju Generasi Emas di Tengah Tantangan Global di Era Digitalisasi”.
RAKERNAS ini dihadiri, Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, Trisnur Priyanto dan Ary Joko Sulistyo, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP FSB GARTEKS KSBSI, jajaran perwakillan Dewan Pengurus Cabang (DPC) FSB GARTEKS KSBSI. Kemudian Rasmina Pakpahan selaku Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSBSI dan Mudhofir Khamid dari Majelis Penasihat Organisasi (MPO) KSBSI, serta tamu undangan dari lintas serikat pekerja/serikat buruh juga mitra kerja FSB GARTEKS KSBSI.

Dalam sambutannya, Trisnur Priyanto mengatakan, ada beberapa poin persoalan yang sedang dihadapi serikat buruh kedepannya. Diantaranya, era industri digitalisasi, otomatisasi dan robotisasi saat ini, membuat sebagian besar pekerjaan manusia telah diambil alih oleh teknologi. Sehingga, pekerja yang tak mampu berdaptasi di tengah perkembangan zaman, akan tergilas dan kehilangan pekerjaan.
“Fenomena ini sudah semakin nyata di depan mata kita,” kata Trisnur.
Kemudian, kata Trisnur, tantangan berikutnya adalah, serikat buruh masih lemah dalam menciptakan kaderisasi internal organisasi, agar lahir pemimpin muda di serikat buruh. Masalah ini tentu menjadi persoalan serius. Pasalnya, Indonesia akan memasuki Bonus Demografi, Dan bonus demografi ini diprediksi menjadi peluang ekonomi bagi generasi muda atau dikenal Indonesia Emas 2025.
“Kalau sejak dini, serikat buruh tidak mempersiapkan calon pemimpin muda saat Indonesia memasuki Bonus Demografi 2045, maka kita akan kehilangan momen sejarah,” ujar dia.
Karena, dia berharap, semua jajaran pengurus tingkat pusat, cabang sampai tingkat komisariat berkomitmen untuk melakukan pendidikan kader. agar kedepannya regenerasi kepemimpinan di FSB GARTEKS KSBSI berjalan baik.
Selain itu, dia mendorong semua pengurus fokus pada pengembangan organisasi dan penambahan jumlah anggota. Karena, semakin besar jumlah cabang, pengurus komisariat dan anggota, maka posisi tawar FSB GARTEKS KSBSI semakin kuat dihadapan pemerintah dan pengusaha.

“Tujuan RAKERNAS FSB GARTEKS KSBSI yang diadakan tahun ini untuk melakukan evaluasi dan fokus pada program pengembangan organisasi,” tandasnya.
Senada, Elly Rosita Silaban juga menekankan agar FSB GARTEKS KSBSI bisa menjadi serikat buruh yang mampu menjawab tantangan zaman. Apalagi, situasi ekonomi global dan geo politik dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja.
“Ancaman dan Kasus PHK masih terjadi didepan mata kita. Ribuan buruh telah kehilangan pekerjaan. Masalah ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama dalam solidaritas buruh,” kata Elly.
Menurut dia, sekarang ini DEN KSBSI bersama jajaran pemimpin serikat pekerja/serikat buruh, telah memberikan poin-poin rekomendasi kepada pemerintah. Supaya persoalan ancaman PHK bisa diminimalisir dan ada solusinya.
“Sampai hari ini, KSBSI bersama serikat pekerja/serikat buruh masih bersikap kritis terhadap pemerintah. Kami sudah meminta, pemerintah, pengusaha dan perwakilan serikat buruh bisa duduk bersama. Supaya mencari solusi, agar ancaman badai PHK bisa diatasi,” tandas Elly.
Dia, menegaskan, dirinya yakin Presiden Prabowo Subianto tetap memperhatikan persoalan buruh hari ini. Karena, pasca dilantik menjadi presiden, Prabowo langsung membuka ruang dialog dengan aktivis serikat buruh. Bahkan, langsung membuat beberapa kebijakan yang berpihak pada buruh.
Sementara itu, Tri Pamungkas Ketua Panitia RAKERNAS FSB GARTEKS KSBSI, menyampaikan agenda RAKERNAS tersebut adalah perintah dari amanat AD/ART organisasi. Dia berharap, semua pengurus cabang yang hadir bisa memberikan ide, saran, gagasan, serta kritik yang membangun untuk kemajuan organisasi.
[ANDREAS/REDKBB]

