Serikat pekerja bukanlah penghambat transisi energi. Sebaliknya, serikat pekerja adalah mitra strategis untuk memastikan transisi berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: KSBSI Gelar Workshop Nasional untuk Menghadapi Transisi Energi yang Adil dan Masa Depan Pekerjaan,
JAKARTA, KSBSI.ORG - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) hadir dalam acara Membangun Jalur Transisi Energi Indonesia yang Berpusat pada Pekerja: Peluncuran Panduan Serikat Pekerja untuk Transisi yang Adil, di Jakarta, Selasa (14/07/2026). Agenda ini bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan utama guna membahas bagaimana mempromosikan jalur transisi energi Indonesia yang berpusat pada pekerja.
Selain itu, pekerja juga bisa berbagi pengalaman dan perspektif tentang apa yang penting untuk memastikan Transisi Energi yang Adil di Indonesia serta upaya dalam mendorong kolaborasi yang lebih kuat.
Dalam agenda tersebut juga dibarengi dengan peluncuran Panduan Serikat Pekerja untuk Perencanaan dan Implementasi Program Transisi yang Adil. Panduan ini didasarkan pada pengalaman Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSBSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI), yang bekerja di wilayah batubara Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.
Jadi Mitra Strategis
Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban mengatakan bahwa Indonesia telah menetapkan komitmen untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat. KSBSI mendukung komitmen tersebut. Namun, KSBSI juga percaya bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari penurunan emisi karbon, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan bahwa tidak ada pekerja yang tertinggal dalam proses perubahan ini.
Melalui program IKI-JET di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan, KSBSI telah membuktikan bahwa transisi berkeadilan bukan sekadar konsep, tetapi dapat diwujudkan melalui penguatan kapasitas serikat pekerja, dialog sosial yang bermakna, dan perundingan kolektif.
"Kami bangga karena hasil program ini telah mendorong anggota KSBSI dan KSPI menjadi lebih aktif menyuarakan kepentingan pekerja dalam proses transisi energi. Hingga saat ini, telah lahir lima Perjanjian Kerja Bersama dan Perjanjian Bersama yang memuat isu-isu transisi berkeadilan sebagai hasil perundingan kolektif. Selain itu, perwakilan KSBSI dan KSPI juga terlibat secara aktif dalam Forum Konsultasi Daerah di Provinsi Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan, sehingga suara pekerja menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan transisi energi di daerah." kata Elly.
Ini menunjukkan bahwa serikat pekerja bukanlah penghambat transisi energi. Sebaliknya, serikat pekerja adalah mitra strategis untuk memastikan transisi berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan. "Hari ini kita juga akan menyaksikan peluncuran video dokumenter yang merekam perjalanan program IKI-JET di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan." jelas Elly.
Kolaborasi
Dokumenter ini bukan hanya catatan perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari perangkat pendidikan yang akan melengkapi panduan praktis bagi serikat pekerja dalam memahami dan mengadvokasi transisi berkeadilan di berbagai sektor dan daerah.
"Saya berharap panduan dan video ini dapat menjadi referensi bagi para pengurus dan anggota serikat pekerja untuk memperkuat pendidikan, memperluas dialog sosial, serta meningkatkan kapasitas advokasi dalam menghadapi tantangan transisi energi di masa mendatang." urainya.
Akhirnya, Elly menyerukan untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan seluruh mitra pembangunan. Karena hanya melalui kerja sama dan dialog sosial yang kuat.
"Kita dapat memastikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau juga menjadi transisi menuju keadilan sosial, pekerjaan layak, dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia." tandas Elly Rosita Silaban.
Hadir dalam agenda tersebut diantaranya, perwakilan pemerintah nasional dan regional (terutama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) Serikat Pekerja, mitra konsorsium IKI JET (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Organisasi Buruh Internasional (ILO), Jaringan Aksi Iklim (CAN), Institut Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan (IISD), dan Institut Wuppertal), mitra pembangunan dan perubahan iklim, organisasi masyarakat sipil, serta media. (REDKBB/Handi)

