Kelangkaan Pertalite Bikin Susah Buruh, Korwil KSBSI Rilis Pernyataan Sikap

Kelangkaan Pertalite Bikin Susah Buruh, Korwil KSBSI Rilis Pernyataan Sikap

Korwil KSBSI Kalimantan Barat Suherman SE. (Foto: Istimewa).

Suherman menegaskan, distribusi BBM yang tidak merata menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berpotensi memicu ketidakstabilan sosial.

Baca juga:  FPE KSBSI Berhasil Tandatangani PB PHI PT Nadesico Nickel Industry,

KALIMANTAN BARAT, KSBSI.ORG - Ketua Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Korwil KSBSI) Kalimantan Barat (Kalbar) Suherman SE merilis pernyataan sikap atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kalbar yang berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat dalam hal ini pekerja buruh Kalbar.

"Dengan ini menyampaikan sikap terkait kelangkaan BBM jenis Pertalite yang saat ini berdampak luas terhadap masyarakat, khususnya para pekerja dan buruh di Kalimantan Barat," kata Suherman dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (28/7/2026).

Suherman menilai, kelangkaan Pertalite telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk mobilitas pekerja/buruh dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

"Kondisi ini berpotensi menurunkan produktivitas kerja serta menambah beban biaya hidup pekerja, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk bekerja_" cetus aktivis buruh KSBSI yang juga menjabat sebagai Koordinator Serikat Pekerja Serikat Buruh Kalbar ini.

Suherman menegaskan, distribusi BBM yang tidak merata menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berpotensi memicu ketidakstabilan sosial.

Sehubungan dengan hal tersebut, Korwil KSBSI Kalbar menyatakan sikap, sebagai berikut:

  1. Mendesak pemerintah pusat melalui kementerian terkait serta pemerintah daerah Kalimantan Barat untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam mengatasi kelangkaan Pertalite.
  2. Meminta pihak Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak terjadi penimbunan maupun penyimpangan.
  3. Mendorong adanya pengawasan ketat dari aparat penegak hukum terhadap distribusi BBM agar tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
  4. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum.

"Kami berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan pekerja/buruh di Kalimantan Barat." tegasnya..

"Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap kondisi yang terjadi." tandas Suherman. [REDKBB]

Komentar