Agenda Rakercab ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi serta merencanakan program kerja tahunan kedepan.
![]() |
![]() |
Agenda Rakercab ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi serta merencanakan program kerja tahunan kedepan.
Negara telah mengisyaratkan kepada masyarakat bahwa Bapak Presiden sangat peduli dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat termasuk Buruh/Pekerja, dan sangat menghargai hak asasi warganya untuk mendapatkan dan menerima pekerjaan dan upah yang layak, adil dan manusiawii.
Kesetaraan gender mencakup kesetaraan Gender di tempat kerja, menghapus diskriminasi berbasis gender dalam rekrutmen serta promosi. Hal ini menjadi penting untuk diketahui khusunya bagi para pekerja perempuan yang sering mengalami diskriminasi
KSBSI.org, JAKARTA -Yayasan Perlindungan Sosial Indonesia (YPSI/INSP!R Indonesia) menggelar Workshop Nasional Perlindungan Sosial Adaftif dan Inklusif dengan tema “Urgensi Sistem Perlindungan Sosial yang Adaftif dan Inklusif Untuk Mencegah Kemiskinan“.
Menaker memberikan apresiasi atas deklarasi yang dilakukan 6 Konfederasi besar tersebut. Menurutnya, pemerintah setuju dengan concern yang dilakukan bersama untuk mengatasi isu perubahan iklim dan transisi energi yang adil.
Terdapat potensi dampak negatif dari implementasi ketentuan bersifat wajib iuran tapera disertai dengan pengenaan sanksi antara lain menurunnya gairah investasi dan meningkatnya jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Agenda ini merupakan ajang silaturahmi dan diskusi ketenagakerjaan sekaligus ramah tamah dan kali pertama secara resmi KSBSI dterima langsung oleh Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan baru jajaran kabinet Merah Putih, Ikut mendampingi Indah Anggoro Putri selaku Dirjen PHI dan Jamsos.
Agenda ini merupakan diskusi yang melibatkan pemangku kepentingan perburuhan dalam mendiskusikan dan berbagi praktik baik tentang implementasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang nantinya akan dijadikan kertas psosis bagi serikat buruh atau bisa ijadikan masukan atau dibawa sebagai isu krusial untuk dapat masuk dalam pembahasan Prolegnas di DPR RI dalam Waktu dekat ini.
"Setiap individu di negeri ini berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan layak. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan solusi dan langkah nyata untuk mencapai tujuan bersama ini," kata Presiden Prabowo Subianto.
Elly menekankan Kembali bahwa, pengembangan keterampilan dan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab adalah cara yang tepat untuk mencegah defisit pekerjaan yang layak. "Kita harus terus membangun pabrik-pabrik di seluruh negeri, tempat para pekerja merasa aman, memperoleh upah yang layak, dapat memperoleh keterampilan baru, memiliki waktu istirahat yang cukup, dan mampu membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja untuk mewakili kepentingan mereka."